oleh

Jual-Beli, Dugaan Jual Rumah Beli Kepsek

Labuhanbatu Selatan, Pamarta Nusantara-Jual rumah demi meraih jabatan kepala sekolah, hoaks atau benar itulah pengakuan dari Kepala Sekolah SMP N 1 Silangkitang, yang beralamat di Jl. Pandayangan, Desa Ulumahuam, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara.

“Yang lalu itu biarlah situ, ibaratnya sudah kujual tanah rumahku di Siantar sana. Apa boleh buat gak ada lagi cerita itu. Yang sekarang ini aku yang keberatan”

“Klo itu sedikit sajanya itu, gak enak aku ito lupa aku, yang menjadi persoalan ini nya mau jual apa lagi, mau jual rumah awak dimana lagi awak tinggal. Yang minta itu satu KUPT, satu lagi keponakan Bupati. Itulah ito, mana paham-paham awak karena keluarga orang itu, klo gak dikasih permintaan mereka aku akan digantikan sama orang itu, gitulah”

Hal ini dibantah yang bersangkutan maupun Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan bahkan Humas Bupati. Bahwa kejadian tersebut tidak benar dan tidak diperbolehkan adanya jual-beli jabatan. Sesuai surat edaran Bupati kepada seluruh OPD.

Baca juga:  Musdes Khusus Validasi Penerima BLT DD Desa Bagan Bilah

Adapun isi surat edaran Bupati Labuhanbatu Selatan itu, Menindaklanjuti surat Komisi Pemberantasan Republik Indonesia Nomor : B-6249/KSP.01/10-16/09/2017 tanggal 25 September tentang Tindak Lanjut Rencana Aksi Pencegahan dan Penindakan Korupsi Terintegrasi Sektor Strategis Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada tanggal 4 September 2017 telah dilakukan pemetaan terhadap beberapa OPD guna mencari solusi atas permasalahan yang ada dimasing-masing OPD tersebut.

Maka dengan ini diminta kepada seluruh OPD untuk menghapuskan seluruh praktek pungutan liar baik terhadap masyarakat maupun pegawai disatuan kerja yang menangani pelayanan publik termasuk didalamnya praktek jual beli jabatan dan adanya pemberian sejumlah uang yang diatasnamakan “ucapan terima kasih”. Dan selanjutnya Surat Edaran ini dipublikasi, diumumkan serta ditempelkan di papan pengumuman.

Baca juga:  Ketua Panitia FO2T : Pemkab Tapsel Siap Sukseskan Festival Oleh Oleh Tabagsel

Hoak atau benar, namun pengakuan Naibaho Kepsek SMP N Silangkitang tersebut, dibenarkan oleh salah seorang pegawai yang bekerja di UPT Dinas Pendidikan Labuhanbatu Selatan, yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Jual beli jabatan itu sudah rahasia umum. Kasus SMPN 1 Silangkitang itu, semua sekolah dan Kepsek di Labusel PNS Fungsional dan struktural itu dimintai uang Pulsa. Apabila mau bertahan duduk dijabatan itu,” katanya, Kamis (24/5/2018).

Kalau strategis maka pasaran kira-kira mungkin diduga antara 50 sampai 100 juta. Kalau gak strategis dibawah 40, Honor APBD aja diminta masing 2-3 juta. Makanya apa yang diucapkan Kepsek SMP N 1 Silangkitang, 70 juta sampai dia jual rumah itu benar. Apalagi SMP N 1 itu strategis, muridnya banyak, dana BOS banyak. (301)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed