oleh

Jokowi : Zaman Sekarang Rakyat Tidak Bisa Tanpa Campur Tangan Pemerintah

Rokan Hilir, pamartanusantara.co.id-Jika Pemerintah tidak campur tangan pada zaman sekarang ini. Tentunya, rakyat tidak mungkin bisa melakukan peremajaan. Kalau pun ada, apabila tingkat ekonominya menengah ke-atas.

Hal itu disampaikan Presiden RI Jokowi saat kunjungan kerja di Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Sekitar Pukul 09:00 WIB, tiba di Lapangan Sepak Bola Rokan Hilir, Baganbatu, Riau, Rabu (9/5/2018) dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU, dikawal dengan dua helikopter sejenis di sisi kanan dan kiri.

Turun dari helikopter, Presiden Jokowi tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang yang digulung setinggi siku. Dan Ibu Negara mengenakan baju kebayak warna putih dengan kerudung putih.

Presiden RI Joko Widodo dan Iriana Jokowi didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Pertanian Menteri Kehutanan Dan Perkebunan Siti Nurbaya, Menteri Tenaga Kerja dan Tramigarasi dan Plt Gubenur Riau Wan Thamrin Hasyim, Pangdam 1 Bukit Barisan, Kapolda Riau, mereka langsung disambut Plt Bupati Rokan Hilir Jamiludin serta ribuan masyarakat.

Baca juga:  Bingkisan Dari Kades Persiapan Pinang Awan Ringankan Beban Samiun
Antusias masyarakat ingin bersalaman langsung dengan Presiden RI Joko Widodo

Saat tiba di lokasi, tampak Jokowi dan rombongan menahan langkah karena banyaknya warga yang ingin bersalaman dan menyapa. Tak lama setelah itu, Jokowi disematkan Tanjak berupa ikat kepala, selempang dan kain pinggang berwarna kuning oleh tokoh adat.

Dalam kunjungan kerja ini, Jokowi meninjau lokasi replanting kelapa sawit untuk meluncurkan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kepenghuluan Pelita Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir.

Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan ada puluhan juta kebun sawit rakyat yang akan dilakukan peremajaan. Dan hal ini pemerintah harus tanggap.

“Kalaulah pemerintah tidak tanggap dalam masalah ini, mau dikemanakan rakyat. Kita lihat sawit rakyat harus kita remajakan kembali dengan bibit unggul dan pemupukan juga perawatan harus sesuai,” kata Jokowi.

Baca juga:  Djarot Temuh Ramah Dengan Ratusan Kader IPK dan Masyarakat Djoss Labuhanbatu

Maka pemerintah daerah, Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia harus berperan aktif melakukan pengecekan sawit rakyat yang akan diremajakan.

“Setelah pengecekan lalu sampaikan ke Pemerintah Pusat berapa luas yang akan diremajakan. Maka saya perintah kan itu, hanya ngecek aja,” kata Jokowi lagi.

Jika pemerintah tidak campur tangan tidak mungkin rakyat bisa melakukan peremajaan.

“Zaman sekarang tidak mungkin rakyat bisa melakukannya, kecuali sudah ekonominya menengah ke-atas. Bagaimana masyarakat hanya punya 5 hektar kebawah untuk biaya makan dan anak sekolah kurang,” ujar Jokowi menutup kata sambutannya. (MH301)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed