oleh

Jasa 10 Tokoh Pemekaran Dilupakan, Mirwan Hasibuan: Pemkab Labusel ‘Bagaikan Kacang Lupa Pada Kulitnya’

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.co.id |
Sebanyak 10 orang tokoh yang ikut memperjuangkan pemekaran Kabupaten Labuhanbatu Selatan, namun 10 tahun sudah Kabupaten Labusel berdiri, tapi hingga saat ini jasa – jasa ke 10 tokoh pemekaran Kabupaten Labusel tersebut dinilai telah dilupakan.

Adalah ke 10 tokoh tersebut, yakni Almarhum (Alm) Haji Tamlihon, Alm Haji Muksir Nasution, Alm Haji Rustam Efendi Nasution, Alm Haji Alwi Nst, Alm Haji Jiban, Alm Haji TK Tampubolon, Alm Suarno, Alm Al Ustadz Haji Asli Pulungan Dan Alm Haji Ahmad Dewani.

Menurut salah seorang tim pemikir pemekaran Kabupaten Labusel Mirwan Hasibuan menuturkan bahwa sudah 10 Tahun Kabupaten Labuhanbatu Selatan berdiri, namun hingga saat ini belum ada perhatian oleh pemerintah Kabupaten Labusel untuk melakukan silaturahmi dengan mengadakan seminar atau mengundang semua tokoh teras utama pemikir perjuangan pemekaran.

Baca juga:  Bayar Pakai Uang Rakyat, Listrik Dinas Perdagangan Labusel Nyala Terus

“Pemkab Labusel atau Bupati Wildan Aswan Tanjung sampai saat ini belum pernah mengadakan silaturahmi seperti melakukan seminar untuk mengundang para tokoh pemekaran Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Apa lagi para tokoh pemekaran itu sudah banyak yang meninggal dunia,” jelas Mirwan ke wartawan Sabtu, (25/8) di Kotapinang.

“Karena pada Tahun 2002 yang lalu, setelah saya dan Almarhum Haji Rustam menerima berkas petunjuk syarat – syarat pemekaran, sesuai PP 129 untuk 5 wilayah Kecamatan Kampung Rakyat, Silangkitang, Sungai Kanan, Torgamba Dan Kecamatan Kotapinang oleh saudara Rifain Nst dan Indra dari Medan, maka kami mengundang para tokoh masyarakat untuk membicarakan pemekaran itu,” terang Mirwan.

“Maka pada rapat awal dalam pembahasan itu, bertempat di kediaman Alm Haji Tamlihon, tepatnya pada tanggal 14-Juli-2002, maka kesimpulan dari pembahasan kala itu, harus melibatkan tokoh masyarakat dari 5 Kecamatan. Maka pada saat itu, Ketuanya adalah Alm Haji Tamlihon dan sebagai sekretarisnya adalah saya sendiri,” kata Mirwan.

Baca juga:  Di Duga Bawa Hasil Curian, Mobil Bermuatan Sawit di Amankan Kepolisian

“Tapi inilah yang saya kesalkan sudah hampir 10 orang para pejuang pemekaran itu yang meninggal dunia, belum ada sekalipun penghargaan dari Pemkab. Labusel, inilah yang sering kita istilahkan ‘seperti Kacang Lupa Pada Kulitnya’,” tutupnya. (MH)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed