oleh

Jalan Ke PKS PT VSC Di Blokir Warga

Asahan, Pamarta Nusantara-Masyarakat Aek Kuasan melakukan pemblokiran jalan menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Varem Sawit Cemerlang (VSC) Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan, Selasa (29/5).

Aksi pemblokiran jalan tersebut dilakukan warga sebagai wujud perasaan kekecewaan masyarakat kepada pihak perusahaan yang tidak memenuhi janjinya.

Adapun tuntutan masyarakat kepada pihak PT VSC antars lain,

1.Dalam rekrutmen tenaga kerja akan mengutamakan putra daerah yang terkena dampak langsung.

2.Membangun riol air sepanjang jalan menuju PKS ukuran (60 x 60) cm secara bertahap.

3.PT. Membangun tugu/gapura.

4.Memperbaiki kerusakan rumah/bangunan disebabkan getaran angkutan.

5.Pembangunan titi ke rumah masyarakat yang terkena doser sebanyak 34 titik.

6.Menyiram badan jalan setiap hari.

Surat pernyataan bersama tersebut selain ditanda tangani pihak perwakilan masyarakat dan perusahaan juga ditanda tangani Kepala Lingkungan VII dan VII, Lurah Aek Loba Pekan dan unsur Forkompincam serta dua anggota DPRD Asahan yakni Drs. Moh. Sofyan dan H. Santoso.

Baca juga:  Tim Futsal Afdeling VI Raih Piala Juara 1 di Turnamen SP - BUN PTPN III Kebun Sei Dadap

Pantauan Parmata Nusantara, masyarakat melakukan pemblokiran jalan tersebut nyaris terjadi bentrok fisik antara warga setempat dengan karyawan PT. VSC Aek Kuasan yang turun kelokasi untuk melakukan perlawanan kepada masyarakat yang melakukan penghadangan mobil tanki yang ke luar membawa CPO.

“Kalau mobil pengangkut CPO ini tidak dapat keluar, kami tidak menerima gaji,” kata salah seorang pekerja PT. VSC Aek Kuasan.

Sementara itu Rosita selaku Humas yang dipercayakan PT. VSC ditugasi menjembatani perselisihan masyarakat Aek Kuasan dengan perusahaan mengatakan bahwa sebenarnya kasus ini tidak akan terjadi asal perusahaan mau memenuhi janjinya yang sudah disepakati sejak hampir dua tahun lalu itu.

“Terlebih perekrutan tenaga kerja mengutamakan putra daerah Lingkungan VI dan VII yang terkena dampak langsung, tapi hingga sekarang perusahaan tidak menepatinya. Bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak terhadap sejumlah karyawan yang diantaranya termasuk putra daerah setempat,“ ungkap Rosita.

Baca juga:  Kapolres Bersama Forkopimda Asahan Resmikan Gedung Olahraga Divia Cita dan Gelanggang Olahraga Endra Dharmalaksana

Aksi unjukrasa pemblokiran jalan ini juga dilakukan massa dari SBI (Serikat Buruh Indonesia), dalam hal tuntutan yang sama sesuai surat pernyataan yang telah disepakati bersama dan ditanda tangani pihak masyarakat dan perusahaan serta Forkompincam dan anggota DPRD Asahan.

“Harapan kami perusahaan bisa merealisasikan apa yang telah dijanjikan sebelumnya kepada masyarakat lingkungan yang berdampak langsung. Selanjutnya kami dari FBI meminta kepada perusahaan dapat mempekerjakan kembali karyawan yang PHK sebelum ada keputusan ingkrah dari pengadilan,“ ujar Hendri Siagian.

Pemutusan hubungan telah dilakukan beberapa kali, pada bulan April ada sekitar 30 karyawan kena PHK. Dan berselang beberapa hari 13 Karyawan di PHK lagi.

Baca juga:  Polres Tapanuli Selatan Buka Lomba Hafidz Al Qur'an

Menurut salah seorang karyawan tidak ingin disebutkan namanya, akibat aksi ini mereka terancam tidak menerima gajian dan THR. Sedangkan untuk sift (pembagian) kerja karyawan, pihak perusahaan memberlakukan dua sift. Sebelumnya biasanya dilakukan sebanyak tiga sift. (303)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed