oleh

Inilah Sebabnya PT STAR di Paluta Selalu Didatangi Masyarakat Pengunjuk Rasa

Diterbitkan pada

image_pdfUnduh PDF
Inilah Sebabnya PT STAR di Paluta Selalu Didatangi Masyarakat Pengunjuk Rasa
Jumat, 15 November 2019, aliansi masyarakat Kecamatan Portibi kembali lagi melakukan aksi unjuk rasa.

PALUTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Sudah tak terhitung lagi, masyarakat mengatasnamakan aliansi melakukan aksi unjuk rasa di perusahaan PT STAR (Sumber Tani Agung Resources) yang terletak di Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

Jumat, 15 November 2019, aliansi masyarakat Kecamatan Portibi kembali lagi melakukan aksi unjuk rasa. Sebagai koordinator aksi nya Hendra Sutan Rambe dan Samaruddin Nasution. Koordinator lapangan Suwanto Hasibuan dan Alimukrin Rambe.

Dalam orasi, Hendra Sutan Rambe menyatakan sikap meminta kepada aparat penegak hukum agar memeriksa dan memproses secara hukum penanggung jawab PT STAR, atas kelalaian tanpa izin membuang limbah cair hasil kegiatan pabrik pengelolaan buah kelapa sawit.

“Tuduhan itu sesuai dengan teguran tertulis dari Pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Padang Lawas Utara pada bulan november 2018 lalu kepada penanggung jawab PT STAR.” Pungkasnya.

Hendra juga meminta agar PT STAR segera melakukan rehabilitasi dan remediasi Sungai Juaja, agar sungai tersebut dapat dipergunakan kembali oleh masyarakat setempat.

“Air dapat dipakai untuk memasak nasi sebagaimana kami pergunakan dulu sebelum berdirinya pabrik kelapa sawit milik PT STAR di desa kami.” Pungkasnya, disoraki massa yang tergabung dari aliansi masyarakat Portibi, “Ukur ulang kembali kebun PT STAR.”

Selain itu, massa juga meminta PT STAR untuk memenuhi kewajibannya kepada masyarakat yakni, merealisasikan kebun plasma 20 % dari luas perkebunan kelapa sawit milik PT STAR serta menyalurkan CSR (Corporate Sosial Responsibility) kepada masyarakat terhitung mulai tahun 2009 sampai dengan tahun 2019.

“Mengingat adanya lampiran keputusan Bupati Padang Lawas Utara tentang izin usaha industri perkebunan di poin ke 10, berkewajiban melaksanakan dana program kemitraan dan CSR kepada masyarakat dengan ketentuan penyisihan keuntungan setelah pajak 2,5%.” Tambah Hendra.

Aksi unjuk rasa ini pun dikawal ketat oleh aparat keamanan, sehingga massa tidak dapat masuk ke perusahaan PT STAR, massa akhirnya membubarkan diri. (AS & ZPN)

Komentar Sahabat Pamarta

Inilah Sebabnya PT STAR di Paluta Selalu Didatangi Masyarakat Pengunjuk Rasa
Inilah Sebabnya PT STAR di Paluta Selalu Didatangi Masyarakat Pengunjuk Rasa
Inilah Sebabnya PT STAR di Paluta Selalu Didatangi Masyarakat Pengunjuk Rasa
Inilah Sebabnya PT STAR di Paluta Selalu Didatangi Masyarakat Pengunjuk Rasa
Inilah Sebabnya PT STAR di Paluta Selalu Didatangi Masyarakat Pengunjuk Rasa
Inilah Sebabnya PT STAR di Paluta Selalu Didatangi Masyarakat Pengunjuk Rasa
image_pdfUnduh PDF

Komentar

komentar

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Avatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed