oleh

Ini Komentar Mahasiswa Labusel Terkait OTT Dinas Kesehatan Kab. Labusel

Ini Komentar Mahasiswa Labusel Terkait OTT Dinas Kesehatan Kab. Labusel
Ini Komentar Mahasiswa Labusel Terkait OTT Dinas Kesehatan Kab. Labusel

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.co.id | “OTT (Operasi Tangkap Tangan) itu bisa saja perkara syor atau tak syor”, itulah sepenggal tanggapan atas komentar dari salah satu Mahasiswa asal Kabupaten Labusel.
Adalah Nizar Qushoi Tambak, yang logat khas daerah Kab. Labuselnya turut mengomentari atas terjadinya OTT baru-baru ini.

Sebelumnya ramai media memberitakan, baik itu di media sosial maupun media online bahwa pada hari Senin, (9/10/18), pukul 15.30, Satgas Saber Pungli Poldasu telah melakukan OTT di Dinas Kesehatan Kab. Labusel. Terkait OTT tersebut, diduga beberapa oknum Kepala Puskesmas (Kapus) dan oknum ASN di Dinas Kesehatan Kab. Labusel, serta sejumlah dokumen di bawa ke Mapolres Labuhanbatu.

Namun Nizar Qushoi menilai, hingga kini informasi yang beredar, belum diketahui sampai dimana proses selanjutnya, apakah oknum-oknum yg diamankan tersebut ditahan, menjadi tersangka atau dilepaskan.

Menanggapi hal tersebut Nizar Qushoi mengatakan, jika OTT tidaklah sama dengan tertangkap tangan dalam KUHAP, sebab yang diatur dalam KUHAP adalah tertangkap tangan, tentu saja hal tersebut sangat berbeda, jika OTT itu adalah operasi yg sebelumnya sudah direncanakan bisa saja diduga seperti “jebakan”, sehingga menimbulkan kebingungan dimasyarakat atas dasar apa operasi tersebut dilakukan.

Baca juga:  Bupati Asahan Hadiri Pengajian Akbar Kecamatan Air Batu

Nizar Qushoi menduga, jika OTT tersebut adalah sebuah operasi yang tidak sesuai dengan tertangkap tangan dalam KUHAP Pasal 1 poin 19 yang menjelaskan, tertangkap tangan adalah tertangkapnya seorang pada waktu sedang melakukan tindak pidana, atau dengan segera sesudah beberapa saat tindak pidana itu dilakukan, atau sesaat kemudian diserukan oleh khalayak ramai sebagai orang yang melakukannya, atau apabila sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana itu yang menunjukkan bahwa ia adalah pelakunya atau turut melakukan atau membantu melakukan tindak pidana itu.

Kemudian Pasal 18 ayat (2) juga menyatakan, dalam hal tertangkap tangan penangkapan dilakukan tanpa surat perintah, dengan ketentuan bahwa penangkap harus segera menyerahkan tertangkap beserta barang bukti yang ada kepada penyidik atau penyidik pembantu yang terdekat.

Baca juga:  Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Perbaungan Berhasil Gerebek Rumah Terduga Bandar Narkotika

Dikatakan Nizar Qushoi, Dari KUHAP diatas maka jelas bahwa tertangkap tangan itu merupakan perbuatan yang pada saat terjadinya tindak pidana, memang murni tindakan itu sedang dilakukan atau sudah dilakukan beberapa saat dengan tidak adanya aparat penegak hukum yang seolah olah mencari cari kesalahan, atau merencanakan, menunggu sebuah tindakan pidana yg akan dilakukan namun dengan cepat melakukan penangkapan tanpa adanya istilah “operasi”.

“Tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan indikasi “syor atau tidak syor”, kemudian tertangkap tangan itu surat penangkapan bisa diberikan menyusul namun penangkapan hanya dapat dilakukan paling lama 1 hari, seharusnya saat ini sudah diketahui status oknum-oknum yang diamankan tersebut karena sudah berlangsung satu hari,” jelas Nizar Qushoi Tambak.

Baca juga:  SMPN 1 Padangsidimpuan Masuk Nominasi Sepuluh Besar Se Sumatera Utara

“Namun saya pribadi mengapresiasi Satgas Saber Pungli Poldasu, karena tindakan itu merupakan perdana di Kabupaten Labuhanbatu selatan ini, sehingga dari hal itu, jika masih ada para oknum-oknum ASN yg nakal di Kab. Labusel ini yang belum diketahui dan terungkap mudah mudahan mereka melihat OTT tersebut dan menjadikannya sebuah pelajaran sehingga praktek pungli betul betul bersih dan tidak lagi terjadi,” katanya.

“Dan semoga aparat kepolisian dalam menegakkan amanah Undang-undang tidak pandang bulu dan terkait operasi tersebut diatas agar secepatnya diproses terang dan jelas sesuai peraturan perundang undangan agar tidak menimbulkan fitnah dan tidak ada pihak yang dirugikan,” harapnya. (301C)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed