oleh

Fenomena Buruh Tani

Oleh Diny Damayanti, M.Si

Indonesia adalah negara agraris yang memberi konsekwensi pertumbuhan kehidupan hampIr keseluruhan masyarakat indonesia, maka perlunya perhatian pemerintah pada sektor pertanian yang kuat dan Tangguh. Oleh karena itu, salah satu sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi adalah sektor pertanian. Indonesia merupakan negara pertanian, hal ini berarti bahwa petani memegang peranan yang amat penting dari keseluruhan perekonomian nasional Indonesia. Hal ini, ditunjukan dari banyak rakyat atau tenaga kerja sektor pertanian. Petani dan pertanian merupakan basis besar perekonomian indoenesia. Bila saja sistem agribisnis ini mendapatkan perhatian dari pemerintah, maka kita bisa mandiri dalam pemenuhan bahan makanan penduduk. Prof zun peneliti pertanian di salah satu University Venezuela dan juga pemegang nabel dari PBB mengatakan bahwa, sektor pertanian pasti akan tergilas kalua tidak ada perhatian yang tinggi dari pemerintah dalam suatu negara agraris. Indonesia perlu membenahi pola pemberdayaan pertanian guna meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian Indonesia untuk memenuhi kebutuhan makanan pokok di negara kita.

Dari hasil survei sosial ekonomi nasional (susenas) 2018 yang di laksanakan oleh badan pusat statistik di dapatkan data petani miskin di Indonesia adalah 13,1%. Dari seluruh penduduk miskin di Indonesia, 49% menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Sungguh ironis bagi Indonesia yang terkenal sebagai negara agraris. Petani Indonesia memang selalu menempati posisi yang rawan dalam hal kesejahteraan. Mayoritas petani Indonesia merupakan petani guram, yakni petani yang hanya mengusahakan lahan kurang dari setengah hektare. Dari hasil survei pertanian 2018 didapatkan data jumlah petani guram meningkat sebanyak 10,95% dari 14.248.864 jiwa pada 2013 menjadi 15.809.398 jiwa pada 2018. Petani guram rentan terhadap resiko di antaranya kesulitan memenuhi kebutuhan jika hanya menggantungkan hidup pada lahan yang terbatas, tidak memiliki kecukupan modal untuk meningkatkan produktivitas sementara harga pupuk dan upah tenaga kerja terus melambung tinggi, dan menghadapi resiko gagal panen saat iklim buruk. Tuntutan untuk segera memenuhi kebutuhan rumah tangga membuat banyak di antara mereka yang memilih beralih pekerjaan. Alternatif lain yang akhirnya mereka pilih adalah menjual lahan untuk kegunaan lain seperti industry, jalan tol, dan property. Langkah ini memberikan pendapatan jangka pendek yang lebih tinggi dibandingkan penghasilan dari kegiatan Bertani. 

Baca juga:  AMMDes Pengumpan Ambulans Jadi ‘Pilot Project’ di Banten

Menurut kelompok umur, persentase petani yang berumur 65 tahun ke atas atau tergolong lanjut usia cukup besar, yakni 14 %. Permasalahan ketenaga kerjaan bidang pertanian antara lain: sektor pertanian menjadi tumpuan penyerapan tenaga kerja di pedesaan, selain itu juga pengangguran tidak kentara di sektor pertanian yang relative tinggi, faktor Pendidikan pun mempengaruhi dimana masih rendahnya tingkat Pendidikan para tenaga kerja pertanian, dan meningkatnya tenaga kerja berusia lanjut dan kurang minatnya generasi muda bekerja disektor pertanian.  Bagi petani yang berusia relatife muda melihat banyak peluang untuk beralih pekerjaan ke sektor lain yang lebih menjanjikan. Petani lanjut usia kemungkinan tetap bertahan di sektor pertanian, namun entah sampai berapa lama mereka mampu melanjutkan usaha pertanian mengingat tenaga kerja bidang pertanian juga semakin langka. Dari 27.682.117 rumah tangga pertanian berdasar hasil survei pertanian mayoritas bergerak di subsector tanaman pangan, sebesar 46,26%, petani tanaman padi sebanyak 36,64%, dan palawija 9,62%. Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, keanekaragaman hayati dan ekosistem pertanian yang luas, tenaga kerja melimpah, inovasi dan teknologi, dan potensi pasar yang cukup besar baik di dalam negeri maupun internasional.

Baca juga:  Kemenperin Ukur Ratusan Industri untuk Siap Memasuki Era 4.0

Solusi yang diharapkan

Seharusnya pemerintah meningkatkan apresiasi terhadap petani karena merekalah yang berperan penting terhadap keberhasilan pembangunan pertanian. Dalam pandagan saya ada beberapa strategi yang relevan dengan pokok permasalahan ketenaga kerjaan dibidang pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan para petani, yaitu:

  • Memperkuat politik pertanian
  • Mempercepat proses transformasi melalui transisi pengembangan agroindustry
  • Meningkatkan Pendidikan baik formal, nonformal, maupun informal; dan
  • Merubah pandangan generasi muda tentang stigma pertanian terbelakang melalui pembentukan karakter pemuda 
  • Serta kebijakan intensif dan fasiliatif pengembangan agribisnis dan agroindustri berbasis komoditas unggulan dan penguatan kelembagaan agribisnis.

Semoga Indonesia mampu mempertahankan kebanggan sebagai negara agraris dan visi Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045 dapat terwujud.

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed