oleh

DPPA Labuhanbatu Gelar Pelatihan Konvensi Hak Anak

Labuhanbatu, pamartanusantara.co.id-Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) gelar pelatihan Konvensi Hak Anak Tahun 2018 di Hotel Dharma Melati Gang Ladon Rantauprapat, Rabu (25/4/2018).

Pelatihan tersebut di ikuti 60 orang peserta yang berasal dari seluruh OPD, kecamatan, Organisasi Perlindungan Anak, ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita di Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu. sebagai narasumber dari Provsu Misran Lubis .

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Labuhanbatu yang di wakili Sekretaris Marisi Situngkir, S.Pd mengatakan untuk menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) masyarakat dan penduduknya harus mengembangkan gaya hidup yang ramah terhadap anak, karena hak anak atas kesehatan, pendidikan tidak boleh di abaikan.

Baca juga:  Hari Terakhir Pendaftaran Bacaleg, Ketua KPU Paluta Himbau Seluruh Parpol Segera Melakukan Pendaftaran Bacalegnya

“Untuk meningkatkan kualitas hidup dan tumbuh kembang anak harus disertai hak identitas anak melalui akta kelahiran, status kesehatan, partisipasi pendidikan, pengasuhan yang baik dan lingkungan yang ramah. Dan anak harus dilakukan pengawasan, pemantauan dan evaluasi,” ujarnya.

Menurut marisi, bahwa KLA harus mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha (industri) yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhnya hak-hak anak, Kabupaten Labuhanbatu telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2015 tentang penyelenggraan perlindungan anak.

Misran Lubis Selaku narasumber dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Provinsi Sumatera Utara menjelaskan pelatihan ini berlandaskan UU No.35/2014, UU Nomor 21 Tahun 2007, UU Nomor 23 Tahun 2004 dan UU Nomor 11/2012 yang mencakup instrumen Hukum Nasional tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.

Baca juga:  Tanpa Pacaran Bagikan Takjil

“Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih di dalam kandungan, setiap orang berpotensi menjadi pelaku kekerasan terhadap anak, dari data tahun 2014, sebanyak 84% pelaku adalah orang terdekat dan dikenal anak. Hal tersebut dapat di cegah melalui keluarga, pola asuh anak, lingkungan masyarakat serta lingkungan pendidikan” Sebutnya. (302)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed