oleh

DLH Labusel Belum Bisa Jelaskan Dampak Penangkaran Burung Walet

Salah satu penangkaran burung walet di Kotapinang

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Penangkaran burung walet tidak berizin di Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, sampai saat ini belum ada penertiban karena belum ada Peraturan Daerah (Perda) mengenai penangkaran burung walet tersebut.

Namun, maraknya aksi usaha penangkaran burung walet di Labuhanbatu Selatan di dekat pemukiman penduduk khususnya di Kotapinang, menimbulkan keresahan bagi masyarakat terhadap virus-virus (flu burung) dan polusi udara akibat penangkaran burung walet itu.

“Saya Khawatir kalau itu memang berdampak buruk, apalagi virus flu burung. Selama ini kotorannya pun baserak, kadang konak tai burung tu lagi awak,” kata salah satu warga kelurahan Kotapinang.

Ketidaknyamanan itu juga disampaikan oleh warga lainnya, ia selalu merasa terganggu akibat bisingnya suara Mic pemancing suara burung walet.

Baca juga:  Babinsa Ramil 06/Dolok Kodim 0212/TS Laksanakan Gotong Royong Bersama Masyarakat

“Iya bising kali itu pak, sampai-sampai kadang tak bisa awak tidur dibuatnya,” ungkap warga setempat.

Sementara Lurah Kotapinang Gustam M. Siregar mengatakan beliau siap untuk berkoordinasi dengan dinas terkait, “Saya tidak tahu penangkaran itu memiliki izin atau tidak, yang jelas kalau memang penangkaran burung walet itu tidak memiliki izin kita siap untuk melakukan tindakan bersama dengan instansi terkait,” kata Lurah Kotapinang.

Menurut Syafaruddin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu Selatan. saat ditanyai dampak penangkaran burung walet oleh wartawan, Senin (15/7/2019). Ia Tidak bisa menjelaskan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. “Kita tidak bisa memberikan komentar apapun, karena Perda tidak ada,” ketusnya.

Namun saat wartawan mencoba konfirmasi langsung ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu Selatan, Jum’at (19/7/2019) melalui Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Dr. Donny Irwansyah Dalimunthe, mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan dampak dari penangkaran sarang burung walet tersebut.

Baca juga:  Pengamanan Pasca Pemilu 2019, Polres Jakbar Gelar Olahraga Bersama Brimob Nusantara Sumatra Barat

“Proses pengkajian belum bisa kita lakukan, karena kita belum memiliki dasar untuk melakukannya. Namun, kita akan lakukan itu jika Perizinan sendiri mau bekerjasama,” kata Donny. (Anas Hrp/Manganju Sinaga)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed