oleh

Disinggung Proyek Fiktif Wisma Pemprovsu 5,7 M, Komisi C DPRD Sumut Minta Wisma Bukit Barisan di Yogyakarta Ditutup

YOGYAKARTA, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Komisi C DPRD Sumatera Utara mendesak Pemprov Sumut untuk menutup sementara Asrama dan Wisma Bukit Barisan di Yogyakarta. Sebab katanya, asrama milik Pemprov Sumut tersebut dihuni oleh mahasiswa “abadi” yang sudah hampir 10 tahun tinggal di wisma tersebut.

“Asrama itu dihuni oleh mahasiswa abadi yang tidak beriktikad baik. Ada yang hampir 10 tahun jadi penghuni di sana, disewapakaikan dengan pihak lain,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Sumut, H. M Hanafiah Harahap.

Beliau menuturkan, saat melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada 28-30 Agustus lalu, Komisi C melihat langsung asrama tersebut guna memastikan peruntukannya. Tetapi, rombongan anggota dewan dihadang oleh oknum yang mengatasnamakan mahasiswa.

Hanafiah juga meminta Polsek setempat agar menertibkan asrama tersebut agar tidak lagi dihuni oleh orang yang tidak berhak, “Saya khawatir, asrama tersebut menjadi markas pengedar narkoba dan ini sangat mencederai perilaku dan nama baik Sumut. Untuk itu asrama itu ditutup sementara dan dibuat regulasi yang transparan, siapa saja dan batasan waktu tinggal di asrama,” tegasnya.

Baca juga:  Industri Hasil Tembakau Serap 5,98 Juta Tenaga Kerja

Terkait pernyataan H. M Hanafiah Harahap itu, Ketua Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Utara (IKPM-SU) Yogyakarta, Syahdeni M. Rifai Lubis mengecam tudingan tersebut, saat PAMARTANUSANTARA.CO.ID menyambangi kediaman beliau kamis (6/9) di Yogyakarta, dia menyampaikan kepada awak media bahwa apa yang dikatakan H. M Hanafi Harahap itu tidak benar adanya, dia mengatakan bahwa DPRD Provinsi Sumatera Utara belum merdeka. Sebagai lembaga legislatif pemerintah sumatera utara, kami menyayangkan sikap yang telah menyakiti pendiri dan penggagas asrama bukit barisan, dan penghuni asrama, Deni menyampaikan bahwa sebagai anggota DPRD komis C yang bertanggung jawab untuk membesarkan aset daerah bukan hanya dalam aspek bangunan, juga mempunyai tugas untuk membesarkan nama Mahasiswa yang berasal dari Sumatera Utara di Yogyakarta.

Deni juga mengecam tentang pemberitaan dimedia yang telah menuding mahasiswa asal sumut menghalang-halangi mereka sewaktu anggota DPRD provinsi sumut dari komisi C itu berkunjung ke asrama wisma bukit barisan.

Baca juga:  Sumbar Tempat Lahir Teroris, Tokoh Eksekutif Mahasiswa Sumbar Angkat Bicara

Deni menambahkan lagi, bahwa apa yang disampaikan HM Hanafi Harahap di media, itu menunjukkan bahwa mereka belum merdeka. Menset dan pola fikir mereka masih dangkal, hanya sekelas asrama mereka tidak bisa menyelesaikan, itu yang dimaksud mereka belum merdeka. tanpa mengetahui yang sebenarnya tanpa melihat yang terjadi, anda bisa menyimpulkan kami adalah Mafia. Kami adalah pemakai narkoba, “Jangan-jangan anda pemakai narkoba. Anda juga mafia. karna kami adalah bagian dari anda,” sebut Deni.

Deni juga menyinggung mengenai Pergub, “Anda baca baik baik Pergub itu. Lihat dan perintahkan Biro Umum untuk menjalankanya, karna sesungguhnya Biro Umum lah dalang di balik semua ini,” pungkas Deni.

Sebelumnya dalam kunjungan kerja salah satu Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Komisi C di Asrama Mahasiswa Bukit Barisan, anggota DPRD sumut dari komisi C sempat bersitegang dengan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Utara (IKPM-SU) Yogyakarta, pada saat para mahasiswa ingin melakukan penyampaian aspirasi soal pungsi asrama.

Baca juga:  IMAPALUT Yogyakarta Lantik Pengurus Baru

Perseteruan berawal saat mahasiswa pertanyakan persoalan asrama mahasiswa Sumut yang ada di Yogyakarta, namun salah satu Seketaris Komisi C, H. M Hanafiah Harahap SH melakukan tindakan tidak terpuji, dengan melakukan tindakan arogan kepada mahasiswa saat mahasiswa ingin mengajak dialog dan diskusi bareng untuk mendengar aspirasi mahasiswa terkait dana aspirasi anggaran renovasi asrama 5,7 Milyar yang terindikasi korupsi, sebaliknya mahasiswa disambut pukulan oleh anggota DPRD sumut komisi C itu. adu mulut antara mahasiswa sempat berlangsung cukup lama, hingga anggota DPRD asal sumut itu meninggalkan lokasi dengan cara melompat dari pagar depan wisma milik pemprov sumatera utara tersebut. (Akmal Sagala)

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed