oleh

Dinas DP3A Berikan Semangat Terhadap Korban Akibat Vidio Diviralkannya

Tim DP3A berdialog dengan salah satu guru sekolah MTS Br. Sembiring.
Tuti Noprida bersama IPTU Murniati berdialog dengan ibu korban.

LABUHANBATU, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Dengan beredarnya video mesum salah satu siswi MTS di Labuhanbatu yang sempat viral beberapa hari lalu menimbulkan dampak negatif tersendiri bagi korban berinisial S (15) warga Kampung Baru Labuhanbatu.

Salah satunya S terpaksa berhenti dari sekolahnya karena malu dan takut di buli kawan sekelasnya, selain itu S mendapat info dari teman sekelasnya bahwa dirinya telah di keluarkan pihak sekolah.

Melihat usianya yang masih anak-anak kejadian ini sangat menjadi tekanan psikologis bagi korban, dimana seharusnya di usia dini itu dirinya harus mendapatkan haknya memperoleh pendidikan.

Menyikapi kondisi korban Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindugan Anak (DP3A) Labuhanbatu dan tim mengambil tindakan agar hak korban tidak hilang begitu saja.

Sabtu (10/11) sekira pukul 10:00 WIB mendatangi sekolah tempat korban menimbah ilmu selama ini guna mengklarifikasi kejadian ini. Namun kepala sekolah saat itu tidak ada di lokasi sehingga tim hanya bertemu salah satu guru perempuan bermarga Sembiring.

Baca juga:  Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe Serahkan Kunci Rumah Bedah

Dinas P3A yang diwakili Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak Hj. Tuti Noprida didampingi Tenaga Penegak Hukum P2TP2 IPTU Murniati, S.H. Advokat P2TP2A Linda Kuswana, S.H. dan Tenaga Pendamping P2TP2A Wiwy Pebriani S.P.si selaku psikolog melakukan mediasi dan klarifikasi.

Dari guru tersebut didapat informasi pihaknya memang tengah melakukan rapat terkait posisi siswinya yang terlibat konten yang viral dimedsos lewat Akun FB pribadi si korban. Dari klarifikasi tersebut Tuti Noprida meminta kepada pihak sekolah agar tidak mengeluarkan S dari sekolahnya, dan harus mensosialisasikan kepada muridnya untuk berhati-hati dan bijak menggunakan medsos.

Di tempat terpisah saat di temui tim di rumahnya korban S terlihat murung dan takut, namun dengan kelembutan hati tim berhasil merayu korban untuk menceritakan sebenarnya yang terjadi, dengan wajah menunduk S menceritakan bahwa bukan dirinya yang menyebarkan video tersebut.

Baca juga:  Plt. Bupati Labuhanbatu Serahkan Medali Emas Kepada Siswi SMP RK Bintang Timur

“Kejadian itu direkam oleh pacar saya berinisial I (17) warga Paindoan, Selasa (6/11) malam, di ruangan ini ketika itu ibu saya keluar ke rumah tetangga. Dan itu di kirimnya ke mesenger saya. Terus saya hapus video itu, saya juga munyuruhnya menghapus dari hp dia,” ujar korban S.

Masih kata korban, “Namun saya tidak mengerti tiba tiba, Kamis malam, sepulang saya belajar dari rumah uwak saya saya di di beri tahu temen saya bahwa akun FB milik saya mengunggah video tersebut. Sementara saya tidak punya video itu,” ucap S sembari menangis.

Saat ditanya sandi FB pribadinya S mengatakan bahwa hanya si cowoklah yang mengetahui sandi FB nya tersebut hingga berita ini ditayangkan korban tidak bisa lagi membuka akun FB miliknya itu.

Melihat fakta itu, IPTU Murniati berpesan kepada korban agar berhati hati dan bijak menggunakan medsos terlebih yang berhubungan dengan pribadi.

Baca juga:  Tenaga Ahli Kemenpora Hadiri Acara Futsal Religi JPRMI Labuhanbatu

Kepada si korban Tuti Noprida memberikan nasehat dan menyemangati korban agar tidak larut dalam permasalahan ini.

“Jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran yang sangat berarti, tetaplah semangat untuk meraih mimpimu kedepan, kamu harus tetap sekolah, kita dari tim yang sangat peduli terhadap kondisimu akan berusaha agar kamu tetap bersekolah,” ujar Tuti Noprida.

Lebih lanjut Tuti Noprida berharap kepada pihak sekolah untuk tetap menerima S untuk menyelesaikan pendidikanya di sekolah tersebut dengan tidak mengeluarkan S dari sekolah karena kasus ini S adalah korban bukan tersangka.

Tuti juga mengatakan pihaknya akan terus mendampingi dan berupaya membantu korban termasuk mendapatkan haknya

Karena terlalu viral video tersebut beberapa pihak meminta kepolisian untuk menangkap I pacar korban karena diduga sementara warga Paindoan inilah yang menyebarkan video tersebut. (Riski Pratama)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed