oleh

Dandim 0212/TS Jadi Pemateri di Kuliah Umum Pemadu

PALUTA, PAMARTANUSANTARA.co.id | Komadan distrik militer O212/ Tapanuli Selatan (Dandim 0212/TS) Letkol (Arm) Azhari S.Ip hadir dan berperan sebagai pemateri di acara kuliah umum pekan perkenalan Pondok Pesantren Madrasah Darul Ulum Al Hasymiah (Pemadu) Rabu,(1/8/2018) di Aula Serbaguna Ponpes Pemadu, beralamat di Desa Sipaho Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Kedatangan Dandim 0212/TS Letkol (Arm) Azhari, S.Ip ke Pondok Pemadu sekitar jam 10.30 WIB, tersebut tampak didampingi oleh Perwira penghubung Paluta Mayor (Arm) Hasran Harahap, Koramil 05 Padang Bolak Kapten (Czi) Pahlawan Nasution dan Tokoh Masyarakat Paluta H. Awaluddin Harahap serta puluhan personel TNI lainnya.

Dalam kesempatan itu,rombongan personel  Komando distrik militer (KODIM) 0212/TS tampak di sambut hangat oleh Pengurus yayasan pondok PEMADU yakni, istri pendiri yayasan Pemadu Hj. Sofiah Harahap, Pimpinan Pondok Pemadu H. Awaluddin Habibi Siregar, M.A, Direktur Pondok PEMADU Abdul Mutholib Siregar, S.pd, Kepala Madrasah Aliyah pondok Pemadu, Kepala Madrasah Tsanawiyah pondok Pemadu dan seluruh guru dan staf pendidik serta ratusan santri dan santriwati Ponpes Pemadu.

Baca juga:  Jangan Sampai Terlupakan Kewajiban Suami terhadap Istri!

Direktur Pondok Pemadu Abdul Mutholib Siregar, S.Pd dalam sambutannya di awal acara menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Dandim O212/TS Letkol (Arm) Azhari, S.Ip dan rombongan serta tokoh masyarakat Paluta dan para tamu undangan lainnya.

Selanjutnya di acara sesi petama,Pimpinan pondok PEMADU H. Awaluddin Habibi Siregar menyampaikan cerita singkat sejarah awal berdirinya Yayasan Ponpes Pemadu dan visi dan visi misi Ponpes Pemadu serta tujuan mengundang Dandim 0212/TS sebagai pemateri di acara kuliah umum pada pekan perkenalan podok Pemadu Babak II tahun 2018.

Diceritakannya, sejarah Pondok Pemadu didirikan pada tahun 1971 oleh Ayahandanya H. Salman Paris Siregar di pedalaman di Dusun Suka Rame salah satu anak Desa Sipaho yang berjarak sekitar 5 Km dari lokasi yang sekarang.

“Saat itu namanya masih Pondok “Padu” (pesantren Al Hasimyah darul ulum), namun kemudian namanya di tambah pada tahun 1984 dengan kata Modren terinspirasi dari nama pondok pesantren modren Gontor di jawa, setelah keponakan ayah saya namanya bayo angin pulang dari ponpes gontor, keponakan ayah saya ini adalah salah satu murid dari tiga murid yang menimbah ilmu di awal berdirinya pesantren ini dan sengaja ia kirim untuk menimbah ilmu ke pondok psantren modren Gontor di tanah jawa” jelas Awaluddin.

Baca juga:  Jumat Barokah, Kapolres Asahan Berbagi Sembako Kepada Warga Sidodadi

Selanjutnya, Awaluddin menceritakan pada tahun 1994 pondok psantren tersebut di pindahkan ke pingir jalan lintas Sumatera (Jl Raya Gunung tua – Langga Payung Km 22) yang masih wilayah desa sipaho,yang bertujuan  tujuan untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Seluruh santri dan alumni pondok psantren ini harus tahu sejarah berdirinya pondok Pemadu,” ungkap Pimpinan pondok pesantren Pemadu yang memiliki ribuan santri dan Santriwati ini.

Di acara sesi terakhir Dandim 0212/TS Letkol Arm Azhari, S.Ip memperkenalkan diri dan menyampaikan materi pokok bahasan kuliah umum pada pekan perkenalan Pondok Pemadu, antara lain pokok materinya menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air kepada santri dan santriwati.

Baca juga:  Industri TPT Tumbuh Paling Tinggi, Kemenperin Terus Pasok SDM Mumpuni

Dalam kesempatan itu Dandim 0121/TS  juga mempertontonkan film yang berjudul jiwa nasinalisme seorang anak di perbatasan RI-Malaysia, dalam film tersebut menceritakan tentang jiwa nasioanlisme seorang anak nusantara di perbatasan RI- Malaysia ketika melihat kain berwarna merah putih dijadikan warga malaysia sebagai pembungkus dan alas dagangan.

Setelah menyampaikan materi paparan dengan media memutar berbagai judul film nasional yang memiliki erat dengan wawasan kebangsaan, Dandim juga menceritakan  berapa kisah sejarah berdirinya NKRI yang tak terlepas dari peran para ulama dan santri.

“Anak-anak kami santri Pemadu, perlu saya sampaikan dalam kesempatan ini, berdirinya negara kita Indonesia tidak terlepas dari peranan ulama dan santri,” ungkapnya diakhir penutupan penyampaian materi. (GNP)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed