oleh

Dampak Boikot Harga TBS Terus Anjlok

LABUSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Rencana Uni Eropa memboikot produk crude palm oil (CPO) Indonesia dan Malaysia berdampak anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani. Dampak boikot itu, membuat sejumlah petani sawit di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Provinsi Sumatera Utara tertekan, dan kecewa.

Boikot itu terbukti dengan ditahan kapten kapal tanker Stolt Tenacity di Cadiz, Spanyol, yang memuat produk minyak kelapa sawit dari Wilmar International. Ditahannya kapal tanker bermuatan CPO tersebut adalah bentuk protes aktifis Greenpeace International dari Indonesia, Jerman, Inggris, Prancis, Kanada dan Amerika Serikat yang menuding atas dampak sawit terhadap perusakan hutan hujan di Indonesia.

Seorang petani sawit asal Aek Batu, Desa Asam Jawa Kecamatan Torgamba, Labusel, Nurma (42) kepada PAMARTANUSANTARA.CO.ID, Senin (19/11) mengatakan, anjloknya harga sawit di daerah ini sangat dikeluhkan petani, karena pendapatan dari hasil panen mereka anjlok dari biasanya.

Baca juga:  Pemkab Labusel Edimin-Padli Akan Adakan Lelang Kenderaan Dinas ?

Selain itu, harga TBS juga tak seimbang dengan harga barang kebutuhan pokok, yang terus merangkak naik. “Sekarang ini pendapat petani sawit di Torgamba, benar-benar merosot karena harganya hanya Rp 670/kg,” ujarnya.

Menurutnya harga TBS sebesar Rp 670/kg ini tidak sebanding dengan biaya pemeliharaan kebun yang dikeluarkan petani semakin tinggi. Hal ini terjadi karena harga pupuk, racun rumput, dan alat pertanian lainnya di Labuhanbatu terus meningkat.

“Kalau harga TBS di Torgamba seperti ini dan tidak beranjak naik ke depan dapat dipastikan sebagian besar petani tidak bisa merawat kebunnya. Ini terjadi karena hasil panen tidak seimbang dengan biaya perawatan kebun yang harus dikeluarkan petani,” terangnya.

Baca juga:  Secara Resmi Bupati Tutup MTQN dan FSQ.

Diketahui, PMKS (Pabrik Minyak Kelapa Sawit) di PT Usaha Baru menampung dengan harga Rp 800/Kg. Husin melalui via telephon, mengatakan, bahwa harga TBS diperkirakan akan turun lagi. Dan untuk PMKS PT STA membeli TBS Rp 950/Kg. (Ridwan M & Ilham HSB)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed