oleh

DAK Rp 13 Miliar Lebih Untuk Peningkatan Jalan, Warga Dipungut Biaya Rp 150 ribu Hingga Rp 250 ribu

DAK Rp 13 Miliar Untuk Peningkatan Jalan, Warga Dipungut Biaya Rp 150 ribu Hingga Rp 250 ribu

SIAK, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Warga mengaku kecewa dalam pengerjaan proyek peningkatan Jalan Desa Suka Mulia-Desa Pangkalan Makmur Kecamatan Dayun Kabupaten Siak. Pasalnya, proyek yang bersumber dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus) Reguler dengan nilai pagu Rp 13 Milyar lebih, warga tetap masih dipungut biaya dari Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu per KK nya.

“Kami selaku warga disini sangat kecewa atas pekerjaan proyek peningkatan jalan ini karena kami dipungut biaya. Bagi yang punya kaplingan dikutip Rp 250 ribu per KK nya dan bagi yang tak punya kaplingan Rp 150 ribu per KK dengan sistem tiga kali bayar,” kata Iwan Harahap warga setempat, kepada Pamarta Nusantara, Sabtu (3/8).

Baca juga:  Usai Pengumuman Pimpinan DPRD Padangsidimpuan Sampah Terkesan Dibiarkan Berserakan

Kata Iwan, pemungutan itu dilakukan oleh masing masing RT, yang nantinya akan disetorkan kepada kepala desa. Dan kepala desa lah yang akan membayarkan kepada warga yang pohon sawitnya ditebang untuk perluasan jalan tersebut.

Tidak hanya itu, masih kata Iwan, pemasangan boxcluvert terkesan asal kerja, karena gorong-gorong yang lama tidak dibongkar melainkan langsung ditimpa. “Apakah memang begitu aturannya,” katanya.

Ia berharap kepada pihak PU Kabupaten Siak, agar benar-benar memantau dari hasil pengerjaan pihak kontraktor.

Hal yang sama juga dikatakan Zunaidi, tidak merasa senang dengan adanya peningkatan jalan desa tersebut, “Bukan bangga kita adanya peningkatan jalan di desa ini kalau akhirnya tidak memuaskan warga. Begitu juga penimbunan tanah untuk peningkatan jalan apa dibenarkan mengunakan tanah hasil dari kerukan dari pelebaran badan jalan itu. Klo, proyek pemerintah mengapa kita dikenakan biaya,” katanya dengan nada kesal.

Baca juga:  Pemkab Asahan Jamin Keamanan Saat Menjelang Natal Dan Tahun Baru

Sementara, Warisem selaku pekerja pembuatan boxcluvert ketika dikonfirmasi di lokasi kerja, beliau mengatakan tidak menerima speak atau gambar pengerjaan proyek tersebut, “Saya bekerja juga tanpa ada menerima speak atau gambar namanya juga kita pekerja ya kita kerjakan sesuai yang diperintahkan seperti pemasangan besi- besi yang sudah ada seperti besi 12 mm dan 16 mm,” katanya.

Terkait gorong-gorong yang lama Warisem juga membenarkan bahwasanya tidak bisa di cabut alat beratnya tidak kuat untuk mencabut gorong-gorong tersebut.

Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas (Kadis) PU Siak Irving Kahar melalui via seluler dengan Nomor 081290xxxxxx tidak dapat dihubungi. Sampai berita ini diterbitkan, Rabu (7/8) Kadis PU belum juga dapat menjelaskannya. (Tim)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed