oleh

Cinta Ditolak Tali Bertindak

TAPSEL, PAMARTANUSANTA.CO.ID | Cinta merupakan hal yang didambakan setiap insan. Namun cinta berlebihan bisa membuat sengsara dan menderita, bahkan kematian. Seperti halnya yang terjadi dengan salah seorang warga inisial Majnun (27 tahun) Parsalakan, Kelurahan Sitinjak Lk. V Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Peristina naas cinta ini terjadi, Rabu (17/10) sekitar pukul 15.00 WIB, berawal dari ditolaknya cinta atau lamarannya. Akhirnya Majnun nekad mengakhiri hidupnya dengan menggantungkan lehernya dengan seutas tali jemuran, di dapur rumahnya. Peristiwa naas ini terjadi dikarenakan lamarannya untuk menikahi wanita pujaan hatinya untuk hidup bersama ditolak oleh keluarga atau orang tua si wanita dalam beberapa waktu yang lalu.

Baca juga:  Sat Resnarkoba Kembali Menangkap Dua Orang Penyalahgunaan Narkotika di Kecamatan Batang Toru

Yusuf Hendrawan (15), yang merupakan adik kandung korban, mengatakan sepulang dari sekolah, korban masih dirumah. Dan sempat meyuruhnya untuk membelikan rokok di warung. “Sampai di rumah abang saya sempat menyuruh saya membelikan rokok untuknya,” ujar adik korban.

Lanjut Yusup, “HP abang berdering, abang tidak mau mengangkatnya lalu menyuruhku untuk mengankatnya dan mengatakan abang mau bunuh diri,” tambahnya.

Selanjutnya korban pergi ke dapur rumahnya. Merasa korban terlalu lama di dalam dapur dan berusaha untuk mencari tahu melalui pintu dapur rumah tapi dalam keadaan terkunci.

“Karena pintu terkunci saya pun mencongkel pintu dapur, setelah terbuka saya terkejut melihat abang sudah dalam keadaan tergantung, Semula aku gak percaya kalau itu benaran,” ungkapnya. (C’JamS)

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed