oleh

Bupati Tapsel Kembali Dipanggil Gubsu

Diterbitkan pada

image_pdfUnduh PDF
Bupati Tapsel Kembali Dipanggil Gubsu
Bupati Tapsel Kembali Dipanggil Gubsu

TAPSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Bupati kabupaten Tapanuli Selatan H. Syahrul M Pasaribu, S.H., kembali menghadiri panggilan dari Gubernur Sumut Edy Rahmayadi atas partisipasinya dalam upaya pengurangan resiko bencana dengan Program kabupaten tangguh bencana, yaitu melalui program Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Keltana) di Provinsi Sumatera Utara.

Piagam penghargaan diserahkan Gubernur Provinsi Sumut Edy Rahmayadi kepada Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu, S.H., pada saat membuka acara jambore daerah kesiapsiagaan bencana daerah Provinsi Sumatera Utara tahun 2019, di lapangan sepakbola PTPN III Kebun Gunung Pamela, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (23/10/2019).

Kegiatan yang dihadiri tujuh belas bupati/walikota di Sumatera Utara, anggota DPRD Sumut Drs. H. Syamsul Qamar dan Kalaksa BPBD Tapsel Ilham Suhardi, S.H., M.H.

Usai penyerahan penghargaan, Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu, S.H., mengatakan, saya atas nama Pemkab Tapsel mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, yang telah memberikan penghargaan kepada Pemkab Tapsel atas partisipasinya, dalam upaya pengurangan resiko bencana melalui program Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana (Destana/Keltana) di Provinsi Sumut.

Sesungguhnya Desa Tangguh Bencana (Destana) adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dalam menghadapi ancaman bencana, serta dapat memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.

Sebelumnya BPBD tupoksinya merupakan satker urusan pemerintahan penunjang. Kemudian untuk meningkatkan pelayanan dalam penanggulangan bencana tupoksinya ditingkatkan menjadi urusan wajib pemerintahan.

“Telah diimplementasikan di dalam program-program melalui kegiatan BPBD Tapsel, seperti terbentuknya 19 desa tangguh bencana, pembentukan relawan-relawan tangguh bencana dari berbagai elemen masyarakat, serta dukungan dunia usaha. Logo segitiga biru BPBD itu, merupakan sinergitas pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat yang menjadi stakeholder dalam penanggulangan bencana,” jelas Syahrul.

“Baru-baru ini, program-program kegiatan dalam penanggulangan bencana telah kita laksanakan di Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru kerjasama Pemda Tapsel dengan PT AR, yang menjadi peserta audiensnya adalah elemen masyarakat setempat, tujuan dan sasarannya adalah pembentukan pendirian destana forum relawan penanggulangan bencana.” Lanjutnya.

Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dalam upaya Penanggulangan Bencana di Tapsel. Di mana nantinya masyarakat dapat memahami serta tanggap dalam antisipasi dini terhadap terjadinya bencana.

BPBD Tapsel terus berupaya dalam penanganan penanggulangan bencana, di mana di setiap kejadian bencana akan langsung ditanggapi dan ditangani sesuai potensi-potensi bencana, yang terjadi dengan fasilitas yang ada sehingga nantinya semua kejadian bencana akan tertangani. (Martin Gabe)

Komentar Sahabat Pamarta

Bupati Tapsel Kembali Dipanggil Gubsu
Bupati Tapsel Kembali Dipanggil Gubsu
Bupati Tapsel Kembali Dipanggil Gubsu
image_pdfUnduh PDF

Komentar

komentar

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Avatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed