oleh

Bupati Tapsel Buka Jambore Literasi Sumut

TAPSEL, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Syahrul M. Pasaribu membuka secara resmi pelaksanaan Jambore Literasi Sumut 2018 di alun-alun pasar Sipirok, Jum’at (2/11).

Bupati Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu menyampaikan sambutan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan, literasi adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan kita, karena kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh tingkat kecerdasan masyarakatnya. Sedangkan musuh terbesar bangsa kita adalah kebodohan, karena kebodohan akar dari segala persoalan yang terjadi. Orang bodoh dapat dipengaruhi dan orang bodohpun tidak akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran, kemiskinan dan kejahatan. untuk menciptakan masyarakat yang literat, masyarakat yang terampil dibutuhkan kerja keras dan kerjasama dari semua lapisan masyarakat.

“Saya berharap jadilah pegiat literasi ditengah-tengah masyarakat, agar masyarakat literasi dapat tercipta demi suksesnya program pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebagai Provinsi Literasi,” harap Bupati Tapsel.

Bupati Tapsel juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara atas dihunjuknya Kabupaten Tapsel, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Jambore Literasi Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Saya ucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara atas penghunjukan ini merupakan penghargaan bagi Tapsel, karena dengan pelaksanaan jambore ini akan meningkatkan minat baca masyarakat dan mendorong serta memotivasi untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan para pegiat perpustakaan demi terwujudnya masyarakat Tapsel yang sehat, cerdas dan sejahtera,” ujarnya.

Baca juga:  Wabup Tapsel : Pemuda Pancasila Harus Menjadi Ujung Tombak Ditengah-tengah Masyarakat

Beliau memaparkan bahwa berdasarkan visi maka perpustakaan mutlak harus dilaksanakan, sebagaimana baru-baru ini kami telah membangun perpustakaan umum di Desa Pangurabaan yang bernama perpustakaan umum Prof. Lafran Pane sebagai pahlawan nasional yang sudah diresmikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 5 Februari 2018.

“Adapun sarana dan prasarana perpustakaan yang sudah ada di Kabupaten Tapsel diluar perpustakaan daerah adalah perpustakaan Desa/Kelurahan sebanyak 136 unit, taman bacaan masyarakat sebanyak 15 unit, perpustakaan khusus sebanyak 5 unit, perpustakaan Kecamatan sebanyak 14 unit dan jumlah mobil perpustakaan keliling sebanyak 16 unit,” papar Bupati.

Ketua Forum Literasi Sumut Hasban Ritonga dalam sambutannya mengatakan, sesungguhnya sebelum tahun 2003, dunia International sudah memperkirakan atau memprediksi, bahwasanya di abad ke 21 sebagaimana istilah era globalisasi, global tekhnologi, digitalisasi, dunia informasi dan power point zero bahwasanya istilah tersebut sudah terjadi di era sekarang ini. Karena saat itu sudah ada dorongan yang sangat kencang pada saat pertemuan di Unesco yang mendeklarasikan bahwasanya dunia harus membentuk suatu gerakan secara bersama-sama yang disebut dengan gerakan Literasi.

Baca juga:  Pemkab Tapanuli Selatan Berikan Tali Asih Kepada 59 Atlet Berprestasi

“Sesungguhnya tujuan hakikat literasi ini adalah untuk menjadikan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera sebagaimana tekad visi misi Bupati Tapsel dan sayapun sudah lihat satu-satunya Kabupaten di Sumatera Utara yang sudah secara resmi memprogramkan untuk membangun pustaka-pustaka desa adalah Kabupaten Tapsel dan program tersebut merupakan iconnya nasional dan juga pilot projectnya nasional,” terang Hasban Ritonga.

Kadis Perpustakaan dan Arsip Provsu Ferlin H. Nainggolan melaporkan, dasar pelaksanaan Jambore Literasi Sumut berdasarkan UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, PP No. 24 Tahun 2014, Perda Provsu No. 6 Tahun 2016 dan Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan Provsu tentang Panitia Pelaksanaan Moderator dan Narasumber Kegiatan Jambore Literasi tahun 2018.

“Tujuan pelaksanaan jambore literasi tahun 2018 adalah untuk memberikan gambaran kepada para peserta, betapa pentingnya bagi kita dalam membangun keterampilan literasi dan betapa perlunya membangkitkan serta memotivasi para peserta dan masyarakat agar mau menjadi penggiat literasi,” jelas Ferlin H. Nainggolan.

Baca juga:  Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu Memberdayakan Gerakan PKK

Adapun peserta yang mengikuti jambore literasi tahun 2018 yaitu para penggiat literasi, forum masyarakat literasi se-Sumut, para guru-guru, para mahasiswa, para pustakawan, para pengelola perpustakaan, para tokoh masyarakat dan para tokoh-tokoh pemuda.

Sedangkan materi yang akan disampaikan pada kegiatan jambore literasi tahun 2018 adalah kebijakan pengembangan literasi di Sumut, masing-masing Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk membentuk komunitas literasi di daerah masing-masing

Dan narasumber yang akan memberikan materi yaitu para pegiat-pegiat, ketua forum masyarakat literasi Indonesia dan Provsu, Dewan Perpustakaan Provsu dan Para Kadis Perpustakaan dan Arsip Kabupaten/Kota.

Tampak hadir Wabup Tapsel Aswin Efendi Siregar, Pembina Masyarakat Forum Literasi Indonesia Sumut H. Nurdin Lubis, Ketua Forum Literasi Sumut Hasban Ritonga, Dewan Perpustakaan Provsu Prof. Dr. Hasyim Purba, Sekdakab Tapsel Parulian Nasution, Kadis Perpustakaan dan Arsip Provsu Ferlin H. Nainggolan, Kadis Perpustakaan dan Arsip se-Sumut, para Asisten Tapsel, pimpinan OPD Tapsel, Camat se-Kab. Tapsel, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan para peserta literasi se-Sumut. (Martin)

Komentar Sahabat Pamarta

News Feed