oleh

BKM Baiturrahman Asam Jawa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Torgamba, pamartanusantara.co.id-Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Baiturrahman Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu (14/4) malam, memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H/2018 Masehi, dengan mengahadirkan penceramah H. Zulhaidir Pinayungan Hasibuan.

Pantauan pamartanusantara.co.id, peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang diadakan di Masjid Baiturrahman, Dusun Aek Batu, dihadiri ratusan warga Asam Jawa. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua BKM Baiturrahman H. Samsul Bahri Hasibuan, Kepala Desa Asam Jawa Ali Borkat Hasibuan, Camat Torgamba Azman Parapat, Anggota DPRD Labuhanbatu Selatan dari Partai Demokrat Feri Andika Dalimunthe, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Abdul Roni Siregar dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh masyarakat yang hadir, untuk mengambil pelajaran apa yang disampaikan ustadz, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” Marilah kita dengarkan apa-apa yang disampaikan ustadz kita, agar dapat kita amalkan dan dapat kita ambil hikmahnya, semoga kita di ridhoi Allah Swt,” ujar Roni.

Baca juga:  Ilham Daulay, S.H.I., Ketua Terpilih Lembaga Perlindungan Anak Labuhanbatu Selatan

Dalam kesempatan itu, Camat Torgamba Ajaman Parapat menyampaikan sesuai dengan tema mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan untuk membentuk masyarakat yang beriman, berilmu, dan beramal soleh.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas terlaksananya acara ini. Marilah kita ambil hikmah Isra dan Mikraj ini bisa dikembangkan di lingkungan masyarakat. Dengan acara ini juga diharapkan persatuan dan kesatuan umat bisa terus dibina dan dijaga,” tutur Azaman Parapat.Zulhaidir Pinayungan Hasibuan dalam tausiyah menyampaikan Isra Mi’raj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad SAW mendapat perintah langsung dari Allah SAW untuk menunaikan Salat lima waktu sehari semalam.

Baca juga:  Jembatan 20 x 4 meter di Jalan Delima Kabupaten Asahan, Pagar Pengamannya Terbuat Dari Bambu

Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Diangkatnya Nabi Muhammad SAW ke langit untuk bertemu langsung dengan Allah SWT dan mendapatkan perintah kewajiban menunaikan salat lima waktu.

“Jangan pernah meninggalkan sholat dalam keadaan apapun dan di manapun kita berada,” tutur ustadz Zulhaidir Pinayungan Hasibuan akhir tausiyahnya (Ilham Hsb)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed