oleh

Atok Koib Tinggal Di Gubuk Reot Bersama Kedua Putra Putrinya

Atok Koib Tinggal Di Gubuk Reot Bersama Kedua Putra Putrinya
Atok Koib Tinggal Di Gubuk Reot Bersama Kedua Putra Putrinya
Atok Koib Tinggal Di Gubuk Reot Bersama Kedua Putra Putrinya
Atok Koib Tinggal Di Gubuk Reot Bersama Kedua Putra Putrinya

LABUHANBATU, PAMARTANUSANTARA.CO.ID | Meskipun sering di sebut-sebut sebagai daerah petro dolar, namun persoalan kemiskinan masyarakat di desa pesisir masih sering di temukan di Kabupaten Labuhanbatu.

Seperti Atok Koib ini, kondisi kehidupan Atok Koib (71) warga Dusun I Desa Bagan Bilah Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, begitu memprihatinkan, mereka bertahan hidup dengan serba keterbatasan ekonomi. Bagaimana tidak, pria tua bersama 2 anaknya yang masih kecil itu harus melanjutkan kehidupan dengan menempati gubuk kecil yang berukuran lebih kurang 2 X 3,5 meter.

Selain sempit, gubuk yang ditempati Koib ini juga pada rapuh dan tidak layak huni. Karena himpitan ekonomi, mau tidak mau Koib bersama anaknya itu terpaksa harus menempati gubuk tersebut.

Yang lebih memprihatinkan lagi gubuk yang di tempati oleh Koib bersama anaknya itu di atas lahan atau tanahnya orang lain, dan Ia hanya menumpang mendirikan gubuk di atas tanah milik salah seorang warga setempat, sehingga untuk mendapatkan bantuan Rumah Layak Huni (RLH) sangat mustahil, karena salah satu persyaratannya untuk mendapatkan bangunan RLH tersebut harus memiliki lahan atau surat keterangan pemberian pakai dari si pemilik tanah.

Baca juga:  Sambut HKBG ke 67, Bhayangkari Polda Metro Jaya Gelar Baksos Tes IVA dan Sadanis serta Pembuatan Akte Lahir

Bukan itu saja, Atok Koib ini juga selalu luput dari pantauan dan pendataan sehingga keluarga ini sangat jarang medapatkan bantuan dari pihak pemerintah. Dalam hal ini dinas sosial maupun bantuan lainnya, termasuk bantuan rasta dan PKH (Program Keluarga Harapan).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Atok bersama anaknya ini hanya mengandalkan uluran tangan dari tetangga, terkadang mengambil upah kerja menyadap karet, karena untuk kerja lain pria ini sudah tidak lagi memiliki tenaga sebagaimana layaknya kebanyakan orang.

Kepada pamartanusantara.co.id, Selasa (8/10/2019) Koib menuturkan kalau dirinya sudah lama menempati gubuk derita tersebut, sejak dirinya tidak lagi mampu untuk bekerja seperti sebelumnya.

“Dulu saya bekerja serabutan apa saja saya kerjakan, dan saya juga pernah merantau keluar daerah untuk bekerja, namun sekarang saya sudah tidak ada lagi tenaga seperti dulu,” ucapnya.

Baca juga:  Walikota Padangsidimpuan Resmikan Masjid Siti Mariam Lubis YPI BM Muda Nurul Ilmi

Atok Koib juga sempat menceritakan, sebelum menempati gubuk tua tersebut, pernah bertempat tinggal di Sigambal Kecamatan Rantau Selatan, namun karna tidak sanggup untuk bekerja lagi, akhirnya memilih untuk pulang ke kampung halamannya di Desa Bagan Bilah dan menumpang di tanah milik orang lain untuk mendirikan gubuk.

“Saya numpang mendirikan gubuk di tanah orang,” sebutnya dengan nada haru.

Terpisah, salah seorang warga Desa Bagan Bilah yang tidak mau disebut namanya ini, mengakui memang sangat prihatin dengan kondisi kehidupan Atok Koib, sebab dengan umurnya yang sudah lanjut dia hanya tinggal bersama dua orang putra putrinya yang masih kecil.

Tambah dia lagi, sepengetahuannya selama ini tidak ada dari pemerintah daerah yang berkunjung maupun memberikan bantuan langsung kerumah Atok Koib.

Baca juga:  Terima Kunjungan BNN Provinsi Sumut, Sabrina : Lindungi Pelajar dari Bahaya Narkoba

“Mungkin saya tidak lihat juga, tapi sepengetahuan saya tak pernah ada yang datang, paling kalau ada bantuan dari tetangga yang datang langsung, dan baru-baru ini dari sekolah Yayasan Al-Azzam Sei Rakyat,” kata dia.

“Seharusnya melihat kondisi Atok Koib seperti itu pemerintah harus memberikan perhatian khusus kepadanya, apa lagi dia hanya tinggal bersama kedua anaknya yang masih kecil.” Ucapnya.

Dari pantauan wartawan, di kediaman Atok Koib terlihat berantakan di mana piring-piring dari plastik terlihat berserakan, atap rumah bocor, dinding juga sudah pada rapuh, sehingga jika hari hujan maka mereka juga akan kebasahan. (Akmal Sagala)

Komentar Sahabat Pamarta

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed