oleh

Adakah Perilaku Praktek Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa…?

Adakah Perilaku Praktek Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa...?
Adakah Perilaku Praktek Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa…?

PAMARTANUSANTARA. CO. ID| Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, tujuan disalurkannya dana desa adalah sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa. Dengan adanya Dana Desa, diharapkan desa dapat menciptakan pembangunan dan pemberdayaan desa menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Mengenai pengalokasian Dana Desa di tujukan agar :

1. Dapat mengatasi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial.

2. Meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran pembangunan di tingkat desa dan pemberdayaan masyarakat desa yang berlandaskan keadilan dan kearifan lokal.

3. Meningkatkan pengamalan nilai-nilai keagamaan, sosial, budaya dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan sosial, serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa.

4. Mendorong peningkatan keswadayaan dan gotong royong masyarakat desa dan meningkatkan pedapatan desa dan masyarakat desa melalui BumDes.

Baca juga:  Camat Dan KUPT TPH Penengahan Berikan Benih Kepada Petani Korban Banjir

Sehingga, dengan adanya Dana Desa sumber pemasukan di setiap desa akan meningkat dan dapat mempercepat pembangunan masyarakat di desa.

Akan tetapi, dengan adanya Dana Desa ini, juga dapat memunculkan permasalahan baru, yaitu tidak sedikit masyarakat yang mengkhawatirkan tentang pengelolaan Dana Desa tersebut. Sebab bukan tidak menutup kemungkinan jika disana bisa juga terjadi praktek korupsi dalam pengelolaannya.

Hal itu mungkin berkaitan dengan kondisi perangkat desa yang mungkin masih memiliki kualitas SDM yang rendah, munculnya oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan dan jabatan untuk kepentingan diri dan kelompoknya, kurang kritisnya masyarakat atas pengelolaan anggaran pendapatan dan Belanja Desa sehingga bentuk pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat tidak berjalan maksimal.

Baca juga:  Gelar Rakor Penyelesaian Dampak Pembangunan JTTS, Nanang Pinta Komitmen Pelaksana Pembangunan

Harapannya, kucuran Dana desa tersebut dapat dimanfaatkan sepenuhnya demi kepentingan masyarakat desa. Bukan malah menguntungkan pihak-pihak tertentu dengan cara-cara tertentu pula, apalagi perilaku korup.

Dalam UU No.31 Tahun 1999 Jo UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, di tuangkan bahwa perilaku korupsi adalah tindakan melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korupsi yang berakibat merugikan negara atau perekonomian negara.

Dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001, tindak pidana korupsi di jelaskan dalam 13 pasal.

Berdasarkan pasal-pasal tersebut, perilaku korupsi dirumuskan ke dalam jenis tindak pidana korupsi dan pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam kelompok pidana korupsi sebagai berikut :

Baca juga:  Jelang HUT Brimob ke 75, Brimob Aceh Kembali Santuni Warga Kurang Mampu

1. Melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dan dapat merugikan keuangan negara.

2. menyuap pegawai negeri serta memberi hadiah kepada pegawai negeri karena jabatannya.

3. Benturan kepentingan dalam pengadaan. Terjadi apabila pegawai negeri turut serta dalam pengadaan yang diurusnya.

4. Gratifikasi.

Pegawai negeri yang berhubungan dengan jabatan/kewenangannya menerima gratifikasi dan tidak lapor KPK dalam jangka waktu 30 hari.

Selain perilaku di atas yang termasuk tindak pidana korupsi yang sering terjadi dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah, termasuk di dalamnya Mark up harga, SPPD fiktif, dan Pengurangan fisik bangunan.

(Red)

Komentar Sahabat Pamarta

Adakah Perilaku Praktek Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa...?
Adakah Perilaku Praktek Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa...?
Adakah Perilaku Praktek Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa...?
Adakah Perilaku Praktek Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Desa...?
image_pdfUnduh PDFimage_printCetak

Komentar

komentar

Tentang Penulis: Pamarta Nusantara

Gambar Gravatar
Pamarta Nusantara adalah situs berita yang dikurasi dan dimotori oleh PT Media Agung Sejahtera. Bertempat di Sumatera Utara, kami berkomitmen besar untuk menyajikan berita secara akurat, bijak, dan tentu saja terpercaya.

News Feed